SUARA CYBER NEWS

Selasa, 10 Februari 2026

Diduga Limbah Bell Food Dibuang di Alas Wengkal Rejoso, APH Panggil Pihak Pabrik

. Limbah Belfoods Di Buang Sembarangan



NGANJUK — Limbah yang diduga berasal dari Pabrik Bell Food Nganjuk ditemukan dibuang di kawasan alas Wengkal, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Senin (9/2/2026). Temuan tersebut memicu keresahan warga karena limbah menimbulkan bau menyengat.

Limbah yang ditemukan berupa sisa adonan produksi yang tidak jadi. Berdasarkan informasi di lapangan, limbah tersebut dibuang dalam jumlah sekitar dua rit di lokasi alas Wengkal.

Saat dikonfirmasi kontributor media melalui pesan WhatsApp, perwakilan Pabrik Bell Food bernama Sahrun menyatakan pihaknya masih melakukan koordinasi internal.


“Maaf, saya koordinasikan dulu dengan konsultan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Ali Mustopa, pihak ketiga yang disebut terkait lokasi pembuangan, mengaku tidak menerima pemberitahuan maupun koordinasi dari pihak pabrik sebelum limbah dibuang.

“Saat pembuangan limbah di alas Wengkal, pihak pabrik tidak berkoordinasi dengan saya,” kata Ali.

Kepala Desa Wengkal, Totok, membenarkan adanya pembuangan limbah tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya limbah itu disampaikan sebagai limbah kering yang diklaim dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Namun setelah dibuang, limbah justru menimbulkan bau menyengat.

“Setelah dibuang sekitar dua rit, baunya menyengat. Warga keberatan dan limbah akhirnya diuruk,” ujar Totok.

Ia juga menegaskan bahwa pihak desa tidak mengizinkan wilayahnya dijadikan lokasi pembuangan limbah dan meminta agar persoalan tersebut dikoordinasikan langsung antara pihak pabrik dan pihak terkait lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Aparat Penegak Hukum (APH) membenarkan bahwa pihak Pabrik Bell Food telah dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pembuangan limbah tersebut.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak berwenang untuk memastikan apakah pembuangan limbah tersebut telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. (Tim)

Tanam Harapan di Banaran: Aksi Nyata Mahasiswa KKN UNP Kediri untuk Lingkungan dan Ketahanan Pangan


KEDIRI,  – Mahasiswa dan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusantara PGRI Kediri melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Banaran, Kota Kediri, khususnya di RT 13. Kegiatan ini difokuskan pada upaya pemberdayaan warga melalui pemanfaatan lahan sempit dan pengelolaan limbah rumah tangga secara kreatif. (8/2/2026)

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN membagikan bibit cabai dan tomat kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga. Pembagian bibit ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai menanam tanaman pangan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing, meskipun dengan keterbatasan lahan.

Tidak hanya memberikan bibit, mahasiswa KKN juga mengadakan sosialisasi mengenai pemanfaatan galon bekas air minum yang diolah menjadi pot tanaman yang unik dan menarik. Galon bekas dipotong dan dihias sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai media tanam yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai estetika. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang sampah plastik serta mengajak warga memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Ketua kelompok KKN Arkadia Alam Firmansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat, khususnya warga RT 13, bisa memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar rumah menjadi media tanam yang bermanfaat. Selain lebih ramah lingkungan, kegiatan menanam cabai dan tomat juga diharapkan dapat membantu kebutuhan dapur sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil di rumah masing-masing,” tambahnya.

Warga RT 13 menyambut baik kegiatan tersebut dan terlihat antusias mengikuti sosialisasi serta praktik langsung pembuatan pot dari galon bekas. Beberapa warga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru tentang cara bercocok tanam sederhana di rumah sekaligus mengurangi limbah plastik yang selama ini hanya dibuang.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Nusantara PGRI Kediri berharap dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, mendorong budaya menanam di rumah, serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan Kelurahan Banaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu wujud nyata peran mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Senin, 09 Februari 2026

Efektivitas Investasi Nganjuk Naik Jadi 49,79 Persen, DPMPTSP Tekankan Pentingnya Kepatuhan Pelaporan

NGANJUK – Kabupaten Nganjuk mencatat peningkatan signifikan dalam efektivitas realisasi investasi sepanjang tahun 2025. Persentase nilai realisasi investasi terhadap rencana investasi melonjak dari 26 persen pada 2024 menjadi 49,79 persen pada 2025, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 31 persen.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala DPMPTSP Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, dalam kegiatan yang digelar di Hotel Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Senin (9/2/2026).

“Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan nyata dalam tata kelola perizinan dan iklim investasi daerah. Namun, peningkatan ini harus diikuti dengan kepatuhan pelaporan dari seluruh pelaku usaha,” ujar Samsul Huda.

Berdasarkan data pemerintah daerah, total realisasi investasi Nganjuk pada 2025 mencapai Rp 1,105 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Non-UMK sebesar Rp 622,8 miliar, disusul PMDN UMK senilai Rp 375,9 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 106,8 miliar.

Samsul Huda menjelaskan, masih rendahnya kontribusi PMA menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, salah satu faktor penyebabnya adalah belum tersusunnya dokumen Investment Project Ready to Offer (I-Pro) yang dibutuhkan investor berskala global sebagai acuan kelayakan dan kepastian proyek.

“Dokumen I-Pro menjadi instrumen penting agar potensi daerah dapat diterjemahkan menjadi proyek investasi yang siap ditawarkan. Tanpa itu, daya tarik ke investor asing belum optimal,” katanya.

Selain tantangan PMA, DPMPTSP juga menyoroti rendahnya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada akurasi perencanaan pembangunan daerah.

“Data investasi menjadi dasar penentuan kebutuhan infrastruktur seperti jalan, listrik, dan utilitas lainnya. Jika pelaporan tidak tertib, maka perencanaan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran,” tegas Samsul.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah penguatan regulasi, termasuk review peraturan dan penerapan sanksi administratif, khususnya bagi pelaku usaha non-UMK yang tidak patuh terhadap kewajiban pelaporan.

Di sisi pelayanan publik, Samsul Huda mengapresiasi peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk. Nilai IKM naik dari 72 pada 2024 menjadi 87,73 pada 2025, dengan kategori mutu pelayanan “Baik” berdasarkan survei terhadap 1.935 responden.

Menurutnya, penerapan budaya kerja BerAKHLAK dan optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas layanan perizinan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menargetkan nilai investasi mencapai Rp 1,27 triliun pada 2029, dengan fokus pada efisiensi anggaran dan penguatan iklim penanaman modal. Dari total anggaran daerah, alokasi untuk pengembangan iklim investasi pada 2027 tercatat sekitar Rp 255 juta dari total Rp 7,12 miliar.

“Yang terpenting adalah menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Investasi yang sehat harus tumbuh dalam sistem yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Samsul Huda.

Sabtu, 07 Februari 2026

Roadshow GenRe Guncang SMKN 1 Tanjunganom, Pemkab Nganjuk Bentengi Remaja dari Ancaman Masa Depan


NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk tancap gas mencetak generasi emas masa depan. Melalui Roadshow Duta Generasi Berencana (GenRe), Pemkab Nganjuk turun langsung ke SMKN 1 Tanjunganom untuk membentengi pelajar dari ancaman serius yang berpotensi menghancurkan masa depan remaja menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan strategis ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Di hadapan ratusan siswa, guru, serta jajaran pejabat daerah, Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya memutus mata rantai persoalan remaja yang kian mengkhawatirkan, mulai dari pernikahan dini, seks bebas, hingga penyalahgunaan narkotika.

Melalui sosialisasi Program Bangga Kencana, Dinas PPKB Nganjuk mengupas tuntas bahaya Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Materi ini bukan sekadar teori, namun peringatan nyata agar pelajar tidak terjerumus pada keputusan fatal yang berdampak panjang terhadap masa depan, kesehatan, dan kehidupan berkeluarga.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, secara blak-blakan menyoroti masih maraknya kenakalan remaja, termasuk kasus kehamilan di luar nikah yang melibatkan pelajar. Ia menegaskan bahwa masa depan tidak boleh diserahkan pada kebetulan, melainkan harus dirancang dengan perencanaan hidup yang matang.

“Remaja harus punya rencana A, B, bahkan C. Kegagalan bukan akhir, tapi ujian mental. Yang terpenting, jangan meremehkan siapa pun, jaga etika, dan terus berjuang meraih cita-cita,” tegasnya di hadapan para siswa.

Pihak SMKN 1 Tanjunganom menyambut positif roadshow tersebut. Sekolah berharap edukasi yang diberikan mampu membuka wawasan siswa, memperkuat mental, serta melahirkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi agen perubahan bagi kemajuan Kabupaten Nganjuk.

Roadshow GenRe ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Nganjuk dalam menyelamatkan masa depan generasi muda. Sebab, Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika remaja hari ini tumbuh sebagai generasi tangguh, beretika, dan berencana.

Jumat, 06 Februari 2026

Diduga Libatkan Salah Satu Oknum Kades Di Kecamatan Rejoso, Jual Beli Tanah Rp 1,150 Miliar Mandek: Baru Dibayar Setengah, Warga Ancam Lapor Polisi

NGANJUK – Dugaan praktik jual beli tanah yang menyeret oknum Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan  Rejoso, Kabupaten Nganjuk, mencuat ke permukaan.

 Seorang warga mengaku menjadi korban transaksi bermasalah setelah tanah miliknya disepakati dijual dengan nilai fantastis Rp 1.150.000.000, namun hingga kini belum juga dilunasi.

Berdasarkan curhatan warga yang diterima redaksi, kesepakatan jual beli tersebut telah berlangsung sekitar satu tahun lalu. Namun, dari total nilai transaksi, oknum Kades yang bersangkutan baru membayar Rp 682.500.000 dengan cara dicicil, menyisakan tunggakan ratusan juta 
rupiah.

Pemilik sertifikat tanah saat dikonfirmasi pada Kamis (6/2/2026) menegaskan bahwa sejak awal transaksi yang disepakati adalah jual beli, bukan gadai ataupun pembayaran secara mencicil tanpa kejelasan.

“Akadnya jual beli, bukan gadai yang dibayar seenaknya. Sudah satu tahun ini hanya janji, janji, dan janji,” tegas pemilik sertifikat dengan nada kecewa.

Ia mengaku telah berulang kali menagih pelunasan, namun tidak mendapat kepastian kapan sisa pembayaran akan diselesaikan. 

Jika kondisi ini terus berlarut, pemilik tanah menyatakan tidak akan tinggal diam.

“Kalau memang tidak sanggup dan tidak ada kejelasan kapan dilunasi, saya akan mengadu ke SPKT Polres Nganjuk,” ujarnya.

Sertifikat Diakui Ada di Tangan Oknum Kades
Dalam konfirmasi terpisah, oknum Kades yang disebut dalam perkara ini membenarkan bahwa sertifikat tanah saat ini berada di tangannya. 

Ia juga mengakui bahwa pembayaran belum sepenuhnya lunas.
Namun demikian, yang bersangkutan beralasan sertifikat tersebut belum bisa dimasukkan ke bank, sehingga proses pembayaran belum dapat diselesaikan sepenuhnya.

Kasus ini pun menuai sorotan warga sekitar. Pasalnya, seorang kepala desa dinilai seharusnya menjadi teladan dalam kepatuhan hukum dan etika, bukan justru terseret dugaan transaksi bermasalah yang merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan waktu pelunasan, sementara ancaman laporan ke pihak kepolisian kian menguat. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan kepastian hukum dan perlindungan hak warga.

Kamis, 05 Februari 2026

Bupati Nganjuk Hadiri Roadshow GenRe di Pesantren YTP Kertosono



NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Roadshow Generasi Berencana (GenRe) di Pondok Pesantren Yayasan Taman Pengetahuan (YTP) Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Rabu (4/2/2026). 

Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) YTP dan difasilitasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Bunda GenRe Kabupaten Nganjuk Yuni Marhaen serta jajaran Forkopimcam Kertosono. Kehadiran Bupati disambut oleh pengurus dan pengasuh Yayasan Taman Pengetahuan.
Pengasuh YTP Kertosono, KH Ali Mansyur, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi di lingkungan pesantren. 

Menurutnya, program GenRe sejalan dengan upaya pembinaan karakter dan perencanaan masa depan peserta didik.

Dalam arahannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menekankan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga sejak usia sekolah. Ia mengingatkan siswa agar tidak terburu-buru menikah setelah lulus pendidikan menengah.

“Usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Hal ini bertujuan untuk menekan angka dispensasi nikah dan mempersiapkan generasi yang lebih matang secara fisik dan mental,” ujar Marhaen.

Selain menyampaikan materi terkait kependudukan dan keluarga berencana, Bupati juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk membangun pola pikir positif dan optimistis dalam meraih masa depan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara Bupati Nganjuk dan para siswa. Roadshow GenRe di Pesantren YTP Kertosono ditutup dengan ramah tamah dan menjadi bagian dari upaya Pemkab Nganjuk dalam melakukan sosialisasi program kependudukan langsung ke lembaga pendidikan.

DISOROT NASIONAL! Jalan Rusak Viral, Bupati Nganjuk Tak Bisa Diam: Kang Marhaen Turun Sidak, Empat Ruas Jalan Langsung Disikat


NGANJUK – Viral di media sosial, jalan rusak parah di Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, akhirnya memaksa Bupati Nganjuk Dr. Drs. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, M.Ba turun langsung ke lapangan. Tanpa basa-basi, Kang Marhaen melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (5/2/2026), didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Nganjuk.

Kondisi jalan yang berlubang, bergelombang, dan membahayakan keselamatan warga kini tak lagi bisa ditutupi. Aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan rusak menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan menyedot perhatian publik luas.

Di hadapan warga dan awak media, Kang Marhaen menegaskan tidak ada lagi alasan pembiaran. Ia memastikan empat ruas jalan di sekitar Desa Sidoharjo akan diperbaiki sekaligus, bukan sekadar tambal sulam demi meredam kegaduhan.
“Kalau sudah viral, berarti masalahnya serius. Jalan ini urat nadi ekonomi warga. Tidak boleh ada pembiaran,” tegas Kang

 Marhaen dengan nada tinggi.
Pemkab Nganjuk langsung menginstruksikan Dinas PUPR untuk bergerak cepat dan tuntas. Perbaikan, kata Bupati, harus berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan proyek asal jadi yang kembali rusak saat hujan turun.

Sidak mendadak ini sekaligus membuka tabir lemahnya pengawasan infrastruktur di wilayah tersebut. Warga berharap, kunjungan Bupati bukan sekadar respons sesaat karena tekanan viral, melainkan awal dari perubahan nyata dalam tata kelola pembangunan jalan.

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS