SUARA CYBER NEWS

Rabu, 18 Maret 2026

Skandal MBG di Nganjuk! Jambu Klutuk Mentah Disajikan ke Siswa SD, Cermin Kelalaian atau Pembiaran?


Nganjuk – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi instrumen peningkatan kualitas gizi peserta didik, kini tercoreng oleh dugaan kelalaian serius. Beredar luas dokumentasi foto yang memperlihatkan menu buah berupa jambu biji mentah (jambu klutuk) yang disajikan kepada siswa SDN Putuk 2, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa (17/3/2026).

Penyajian buah yang belum layak konsumsi tersebut menuai reaksi keras dari wali murid. Mereka menilai, tindakan tersebut tidak hanya mencederai tujuan program, tetapi juga mencerminkan rendahnya standar pengawasan.

“Ini bukan sekadar kekeliruan teknis. Ini bentuk kelalaian yang tidak dapat ditoleransi. Program bergizi tidak boleh dijalankan secara serampangan,” ujar

 salah satu wali murid dengan nada tegas.
Istilah bergizi dalam konteks program nasional seharusnya merujuk pada makanan yang memenuhi standar kelayakan konsumsi, baik dari segi kualitas, kematangan, maupun kandungan nutrisi. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya—buah yang disajikan belum memenuhi kriteria tersebut.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa dapur penyedia MBG berada di wilayah Loceret. Hal ini semakin mempertegas pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi dan pengendalian mutu makanan.

Sejumlah pihak menilai, insiden ini tidak boleh dipandang sebagai kasus insidental semata. Jika tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan praktik serupa dapat terjadi secara sistematis dan berulang.
Pengamat kesehatan masyarakat menyatakan bahwa konsumsi buah mentah dalam kondisi tertentu dapat berdampak kurang baik bagi pencernaan anak.

“Nilai gizinya belum optimal, bahkan berpotensi menimbulkan gangguan. Ini jelas tidak sejalan dengan prinsip gizi seimbang,” tegasnya.

Peristiwa ini memantik perhatian publik dan menjadi bahan perbincangan luas di masyarakat. Desakan evaluasi dan penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab pun menguat.

Program berskala publik seperti MBG tidak hanya menuntut realisasi, tetapi juga akuntabilitas. Tanpa pengawasan yang ketat, program yang dirancang untuk kebaikan justru berpotensi menjadi preseden buruk dalam pelayanan kepada masyarakat.

Selasa, 17 Maret 2026

Dari Polisi untuk Warga, Ribuan Zakat Fitra Polres Nganjuk Dikirim ke Pelosok Naik Motor Dinas


Nganjuk - Ribuan paket beras zakat fitra yang dihimpun dari anggota Polri dan ASN Polres Nganjuk mulai disalurkan kepada masyarakat hingga ke pelosok desa. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial Polres Nganjuk kepada warga yang membutuhkan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama Pejabat Utama serta Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Icha Suria Miftah melepas kontingen Bhabinkamtibmas Polsek jajaran untuk mendistribusikan zakat fitra tersebut kepada warga di desa binaan masing-masing, Senin (16/03/2026).

Para Bhabinkamtibmas diberangkatkan dengan mengendarai motor dinas yang dilengkapi tas obrok untuk membawa paket beras zakat fitra. Selain itu, mobil backbone Polres Nganjuk juga disiapkan untuk mengangkut puluhan paket tambahan yang akan disalurkan kepada warga yang berhak menerima.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa penyaluran zakat fitra ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Polres Nganjuk kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.

“Zakat fitra yang dihimpun dari anggota dan ASN Polres Nganjuk ini kami salurkan melalui para Bhabinkamtibmas agar dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Harapannya bantuan ini bisa meringankan beban warga yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin, S.Sos., menambahkan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam penyaluran zakat fitra membuat bantuan lebih tepat sasaran karena mereka mengetahui langsung kondisi masyarakat di desa binaannya.

“Melalui Bhabinkamtibmas, penyaluran zakat fitra dapat dilakukan secara langsung kepada warga yang berhak menerima. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat di wilayah,” jelas Kompol Burhanudin.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Nganjuk berharap semangat berbagi di bulan Ramadan terus tumbuh serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak menjelang Hari Raya Idulfitri.(acha)

Banjir Kepedulian Jelang Lebaran, Kapolres Nganjuk Bagikan Zakat, Bingkisan hingga Santuni Disabilitas dan Yayasan Sosial

Nganjuk – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H /2026 M, Polres Nganjuk berbagi kebahagiaan melalui kegiatan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan penyerahan beras zakat fitrah serta bingkisan lebaran kepada keluarga besar Polri dan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Nganjuk bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk di Mapolres Nganjuk, Senin (16/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Nganjuk bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Icha Suria Miftah menyerahkan bantuan kepada perwakilan anggota Polri, ASN, Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Dian Kemala Bhayangkari, warakawuri, guru TK Bhayangkari Nganjuk dan Kertosono, wartawan, yayasan sosial, tukang becak serta penyandang disabilitas. 

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus mempererat silaturahmi antara Polri dengan keluarga besar Polri dan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian Polres Nganjuk untuk berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar Polri dan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polres Nganjuk dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Icha Suria Miftah menyampaikan bahwa Bhayangkari turut berkomitmen untuk mendukung kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi keluarga besar Polri dan masyarakat.

“Bhayangkari selalu berupaya hadir untuk berbagi dan memberikan dukungan sosial, terutama di momen Ramadan seperti ini. Kami berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi semua pihak yang menerima,” ungkapnya.

Apresiasi atas kegiatan tersebut juga disampaikan perwakilan PP Polri Kabupaten Nganjuk AKBP (Purn) Damin. Ia menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa hubungan silaturahmi antara Polri dengan para purnawirawan tetap terjalin dengan baik.

“Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan. Hubungan silaturahmi antara Polri dengan para purnawirawan masih terjalin dengan baik hingga saat ini. Terima kasih kepada Kapolres Nganjuk dan jajaran yang terus menjaga kebersamaan ini,” katanya.

Salah satu penerima bantuan dari masyarakat, Sujarwo, seorang pengayuh becak, juga mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Polres Nganjuk.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan semuanya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, apalagi menjelang Lebaran. Semoga Polres Nganjuk selalu diberi kelancaran dalam bertugas,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Nganjuk berharap semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadan dapat semakin memperkuat hubungan antara Polri, keluarga besar Polri, serta masyarakat.(acha)

Kamis, 12 Maret 2026

Audensi Dugaan Pungli di SMKN 1 Bagor Menggema di DPRD, Salam Lima Jari: “Sumbangan Tak Boleh Dipatok Nominal!”

Nganjuk – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, isu tersebut mencuat di SMK Negeri 1 Bagor, Kabupaten Nganjuk, hingga akhirnya memicu audensi panas antara masyarakat dan pihak legislatif di Gedung DPRD Nganjuk, Kamis (12/3/2026).

Audensi yang digelar tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan organisasi masyarakat Salam Lima Jari, yang sejak awal vokal menyoroti dugaan pungutan kepada wali murid di sekolah tersebut.

Dalam penyampaiannya, Ketua Salam Lima Jari, Yulma, menegaskan bahwa persoalan pungutan di dunia pendidikan seringkali disamarkan dengan istilah sumbangan.

 Menurutnya, perbedaan istilah ini kerap menimbulkan bias di masyarakat.

“Sumbangan itu sifatnya sukarela dan tidak boleh ditentukan nominalnya. Kalau sudah ada angka yang harus dibayar, itu patut dipertanyakan,” tegas Yulma di hadapan para anggota dewan dan peserta audensi.

Ia juga menyoroti bahwa praktik penentuan nominal dengan dalih sumbangan berpotensi menimbulkan tekanan bagi orang tua siswa.

 Terlebih jika pembayaran tersebut seolah menjadi kewajiban bagi seluruh wali murid.

Audensi yang berlangsung cukup dinamis tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta kejelasan terkait dugaan pungutan yang terjadi di SMK Negeri 1 Bagor.

Sejumlah peserta audensi berharap lembaga pendidikan tetap memegang teguh prinsip transparansi serta tidak membebani wali murid dengan pungutan yang berpotensi melanggar aturan.

Sementara itu, pihak legislatif DPRD Kabupaten Nganjuk menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan dalam audensi tersebut dengan melakukan pendalaman serta meminta klarifikasi dari pihak sekolah maupun instansi terkait.

Kasus ini pun menjadi perhatian luas masyarakat Nganjuk, mengingat dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang bersih dari praktik pungutan yang memberatkan.

Masyarakat kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang agar polemik dugaan pungli di lingkungan sekolah tidak kembali terulang dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan tetap terjaga.

Rabu, 11 Maret 2026

PDIP Nganjuk Gelar Santunan Ramadan untuk Anak Yatim dan Penyandang Difabel

 


NGANJUK,- Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk untuk berbagi dengan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan santunan bagi puluhan anak yatim yang digelar di kantor DPC PDIP Nganjuk, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut diikuti oleh sekitar 50 anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk. Selain menjadi ajang berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara partai politik dan masyarakat.

Ketua DPC PDIP Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengatakan kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian partai terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya anak-anak yatim.

Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kami dapat memberikan santunan kepada 50 anak yatim. Ke depan kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada saudara-saudara kita yang difabel,” ujar Marhaen.

Dalam kegiatan tersebut, setiap anak yatim menerima bantuan berupa paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan uang tunai yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Marhaen juga menambahkan, kegiatan sosial semacam ini telah menjadi bagian dari agenda kepedulian PDIP Nganjuk setiap kali memasuki bulan Ramadan. Meski bantuan yang diberikan tidak dalam jumlah besar, diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi bentuk perhatian bagi mereka yang membutuhkan.

Selain kegiatan sosial, agenda Ramadan PDIP Nganjuk juga akan diisi dengan acara buka puasa bersama yang dirangkai dengan konsolidasi internal partai. Kegiatan tersebut akan melibatkan jajaran pengurus dari tingkat DPC, DPD hingga pengurus anak cabang di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, PDIP Nganjuk berharap dapat terus memperkuat semangat kebersamaan, sekaligus mendorong partisipasi kader dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kamis, 05 Maret 2026

Kang Marhaen Tinjau Site Museum Tritik, Jejak Peradaban Tertua Nganjuk yang Siap


Nganjuk – Di sela padatnya aktivitas pemerintahan, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pelestarian sejarah dengan mengunjungi Site Museum Tritik, Selasa (4/2/2026). Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa warisan peradaban masa lampau merupakan aset berharga yang wajib dijaga dan dikembangkan.

Dalam kunjungan tersebut, Kang Marhaen menyampaikan harapannya agar Site Museum Tritik dapat menjadi pusat edukasi sejarah dan kebudayaan bagi generasi muda, mulai dari pelajar tingkat SD hingga mahasiswa. Desa Tritik sendiri dikenal sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Nganjuk yang menyimpan jejak kehidupan purba bernilai ilmiah tinggi.

“Di sini ditemukan beragam fosil, mulai dari fosil hewan purba, kayu yang telah membatu, hingga batu konkresi. Ini adalah bukti nyata perjalanan panjang peradaban yang sangat luar biasa,” ujar Kang Marhaen.

Keistimewaan Site Museum Tritik tidak berhenti pada koleksi fosilnya. Kawasan ini juga memiliki sungai purba dan museum alam terbuka yang memungkinkan pengunjung melihat langsung fosil-fosil yang masih tersaji alami di lingkungan sekitar. 

Kondisi tersebut menjadikan Tritik sebagai ruang belajar hidup yang autentik, langka, dan sarat nilai edukasi.

Kang Marhaen menegaskan, dengan penataan dan pengelolaan yang tepat, Site Museum Tritik berpotensi besar menjadi destinasi unggulan wisata edukasi dan sejarah, sekaligus pusat penelitian arkeologi yang membanggakan Kabupaten Nganjuk di tingkat regional maupun nasional.

“Ini bukan sekadar museum, tetapi identitas dan kebanggaan Nganjuk. Warisan ini harus kita rawat dan kenalkan kepada dunia,” tegasnya.

Dengan kekayaan sejarah yang dimiliki, Site Museum Tritik layak menjadi tujuan wajib bagi pelajar, akademisi, hingga wisatawan. Ayo kunjungi Site Museum Tritik—saksi bisu peradaban kuno yang autentik, edukatif, dan benar-benar keren.

Senin, 02 Maret 2026

Kang Marhaen Turun Gunung, Jalan Rusak Betet Disidak Langsung


Nganjuk – Polemik jalan rusak di Betet akhirnya dijawab dengan aksi nyata. Marhaen Djumadi mendadak turun langsung ke lokasi jalan rusak di Desa Betet, Senin (2/3/2026). Aksi cepat ini langsung menyita perhatian warga dan mematahkan kritik soal lambannya penanganan infrastruktur.

Tanpa seremoni, Kang Marhaen menyusuri titik-titik kerusakan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Jalan berlubang, bergelombang, hingga rawan kecelakaan tak luput dari pantauannya. Di lokasi, Bupati langsung memberi sinyal tegas: perbaikan harus segera dilakukan, tanpa menunggu lama.

Tak hanya fokus pada badan jalan, Kang Marhaen juga menyoroti kondisi gorong-gorong yang dinilai memerlukan pembersihan dan perawatan. Menurutnya, infrastruktur penunjang seperti drainase kerap luput dari perhatian, padahal sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan warga.

“Pemerintah tidak boleh lambat. Keluhan warga harus dijawab dengan tindakan, bukan janji,” tegas Kang Marhaen di hadapan jajaran dinas terkait yang ikut mendampingi.

Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk itu sontak menuai reaksi positif. Warga Betet mengaku terkejut sekaligus lega melihat Bupati datang langsung ke lokasi, terlebih setelah persoalan jalan rusak sempat memanas dan menjadi polemik.

Langkah cepat Kang Marhaen ini menjadi pesan keras: aspirasi rakyat adalah alarm darurat. Dan hari ini, alarm itu dijawab langsung dari lapangan. 

 

Copyright © | SUARA CYBER NEWS